Tata Laksana’nya Boozzz

20 02 2009

kandangpeta-kandangTata laksana kandang wedus…

Harus segar (ventilasi baik, cukup cahaya matahari, bersih, dan minimal berjarak 5 meter dari rumah).
Ukuran kandang yang biasa digunakan adalah :
Kandang beranak : 120 cm x 120 cm /ekor
Kandang induk : 100 cm x 125 cm /ekor
Kandang anak : 100 cm x 125 cm /ekor
Kandang pejantan : 110 cm x 125 cm /ekor
Kandang dara/dewasa : 100 cm x 125 cm /ekor

Pengelolaan reproduksi
Diusahakan agar kambing bisa beranak minimal 3 kali dalam dua tahun.
Hal-hal yang harus diperhatikan adalah :

Kambing mencapai dewasa kelamin pada umur 6 s/d 10 bulan, dan sebaiknya dikawinkan pada umur 10-12 bulan atau saat bobot badan
mencapai 55 – 60 kg.

Lama birahi 24 – 45 jam, siklus birahi berselang selama 17 – 21 hari.

Tanda-tanda birahi : gelisah, nafsu makan dan minum menurun, ekor sering dikibaskan, sering kencing, kemaluan bengkak dan mau/diam bila
dinaiki.

Ratio jantan dan betina = 1 : 10
Saat yang tepat untuk mengawinkan kambing adalah :

Masa bunting 144 – 156 hari (…. 5 bulan).

Masa melahirkan, penyapihan dan istirahat ± 2 bulan.

Pengendalian Penyakit

Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasi.

Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: cacingan, kudis (scabies), kembung perut (bloat), paru-paru (pneumonia), orf, dan koksidiosis.

Pasca Panen

Hendaknya diusahakan untuk selalu meningkatkan nilai tambah dari produksi ternak, baik daging, susu, kulit, tanduk, maupun kotorannya. Bila kambing hendak dijual pada saat berat badan tidak bertambah lagi (umur sekitar 1 – 1,5 tahun), dan diusahakan agar permintaan akan kambing cukup tinggi.

Harga diperkirakan berdasarkan : berat hidup x (45 sampai 50%) karkas x harga daging eceran.

CONTOH ANALISA USAHA TERNAK KAMBING

Pengeluaran

Bibit

Bibit 1 ekor pejantan = 1 x Rp. 250.000,- Rp. 250.000,-
Bibit 6 ekor betina = 1 x Rp. 200.000,- Rp. 1.200.000,-
Total Rp. 1.450.000,-
Kandang Rp. 500.000,-
Makanan Rp. 200.000,-
Obat-obatan Rp. 100.000,-
Total Pengeluaran Rp. 2.250.000,-
Pemasukan

Dari anaknya
Jika setelah 1 tahun, ke 6 produk menghasilkan 2 ekor, jumlah kambing yang bisa dijual setelah 1 tahun = 12 ekor. Jika harga tiap ekor Rp. 150.000,- maka dari 12 ekor tersebut akan dihasilkan : 12 x Rp. 150.000,- = Rp. 1.800.000,-
Dari induk
Pertambahan berat induk 50 gram per ekor per hari, maka setelah 2 tahun akan dihasilkan pertambahan berat : 7 x 50 gr x 365 = 127,75 kg. Total daging yang dapat dijual (7 x 15 kg) + 127,75 kg = 232,75 kg. Pendapatan dari penjualan daging = 232,75 kg x Rp. 10.000,-=Rp.2.327.500,-
Dari kotoran :
Selama 2 tahun bisa menghasilkan ± 70 karung x Rp. 1.000,- = Rp. 70.000,-
Keuntungan

Masuk:Rp.1.800.000+Rp. 2.327.500+Rp. 70.000 == Rp. 4.197.500,-
Keluar:Rp.1.450.000+Rp.500.000+Rp.200.000+Rp.100.000 == Rp. 2.250.000
Keuntungan selama 2 th: Rp. 4.197.500,- dikurang Rp. 2.250.000 == Rp. 1.947.500,- atau Rp. 81.145,- per bulan





Langkah Awal Usaha Ngingu Wedus Coy…

20 02 2009

Ternak kambing sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50 – 150 gram per hari. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing, yaitu: bibit, makanan, dan tata laksana.

BIBIT
Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah (misalnya: kambing kacang untuk produksi daging, kambing etawah untuk produksi susu, dll). Secara umum ciri bibit yang baik adalah yang berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.

Ciri untuk calon induk:

Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.

Jinak dan sorot matanya ramah.

Kaki lurus dan tumit tinggi.

Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah rata.

Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.

Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.

Ciri untuk calon pejantan :

Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.

Kaki lurus dan kuat.

Dari keturunan kembar.

Umur antara 1,5 sampai 3 tahun.

MAKANAN
Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu hijauan (berbagai jenis rumput) dan makan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, vitamin dan mineral).
Cara pemberiannya :

Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10% dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 – 2,5 liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.

Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 – 1 kg/ekor/hari.





Kunci Sukses Ngingu Wedus…

20 02 2009

1. Pilih dan Gunakan Bibit Kambing yang Baik :
a. Bibit betina :
– Umur 8 – 12 bulan
– Sehat, tidak cacat
– Mampu menyesuaikan diri dengan kondisi pakan yang tersedia
– Jika memungkinkan berasal dari keturunan kembar dan mampu beranak 2 -3 ekor
dalam setiap kelahiran
– Mampu melahirkan 3 kali dalam 2 tahun atau 7 bulan sekali
b. Bibit jantan :
– Umur 8 – 12 bulan
– Sehat, tidak cacat
– Kaki kuat dan tidak bengkok
– Bentuk badan panjang dan punggung rata
– Dadanya lebar dan dalam
– Otot tubuh kuat dan padat
2. Berilah Pakan yang baik
Pakan kambing terdiri dari 2 jenis yakni hijauan sebagai pakan utama dan penguat
(konsentrat) sebagai pakan tambahan. Kebutuhan pakan hijauan sebanyak 5 – 8 kg per ekor
per hari diberikan 2 kali sehari, sedangkan konsentrat diberikan 0,5 kg per ekor per hari
diberikan 1 – 2 jam sebelum hijauan diberikan.
Air minum diberikan secara ad libitum (pemberian tidak dibatasi). Garam dapur atau
mollases blok sebaiknya disediakan dikandang.
Jenis hijauan :
a. Rumput-rumputan : Rumput Gajah, Rumput raja, Rumput Benggala, Rumput Setaria dll
b. Kacang-kacangan : Gamal, Kaliandra, turi, sentrosema, stylosantes, lamtoro, siratro, daun
kacang tanah, kedelai dll
c. Daun-daunan : Daun nangka, mangkokan, alpokat dll
d. Limbah pertanian : Limbah sayur-sayuran, daun singkong, daun ubi jalar, daun pisang dll

Hindari pemberian hijauan yang masih muda, jika terpaksa digunakan hendaknya diangin-anginkan selama minimal 12 jam untuk menghindari terjadinya bloat (kembung) pada kambing.

Jenis Penguat :
-. Limbah pertanian dan agroindustri : dedak, bekatul, bungkil kelapa, ampas tahu, kulit
kakao dll.
3. Buatkan kandang yang memenuhi syarat
Syarat kandang yang baik antara lain :
– Terpisah minimal berjarak 5 – 7 meter dari rumah ‘bangunan tempat tinggal
– Model panggung
– Aliran udara/sirkulasi udara baik
– Kering dan tidak lembab
– Mudah dalam penanganan kotoran dan urine
Ukuran kandang :
– Kambing jantan dewasa : 1,2 x 1,5 m2 per ekor
– Kambing betina dewasa : 1,2 x 1,2 m2 per ekor
– Kambing dara : 1 x 1,2 m2 per ekor
– Anak : 1 x 1,2 m2 per ekor
4. Jaga Kesehatan Kambing dengan baik
Prinsip mencegah lebih baik dibandingkan mengobati harus menjadi pegangan peternak.
Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang kambing antara lain : cacingan, kudis
(scabies), orf, sakit mata, kembung (bloat) dan timpani.
Upaya pencegahan :
1. Bersihkan kandang dan lingkungan secara rutin. Untuk membersihkan kandang dapat
dilakukan setiap hari agar kandang dan ternak tidak kotor dan bau.
2. Tangani secara benar kotoran dan urine kambing yang ada, hindarkan tersebar kemana
mana dan basah.
3. Lakukan pengobatan cacing secara teratur tiap 3 -4 bulan sekali.
4. Lakukan vaksinasi orf
5. Lakukan pemberian pakan hijauan secara benar, hindari resiko terjadinya kembung
(bloat).
6. Pisahkan kambing yang sakit dengan yang sehat agar tidak menular.
Upaya pengobatan :
1. Berikan obat sesuai petunjuk petugas kesehatan ternak.
2. Berikan perhatian khusus agar ternak cepat pulih

5. Tangani dan Kelola Reproduksi Ternak dengan Benar
Beberapa aspek reproduksi yang harus diperhatikan antara lain dewasa kelamin, masa
berahi, saat mengawinkan, kebuntingan dan penanganan kelahiran.
Dewasa kelamin adalah keadaan dimana ternak siap melaksanakan proses reproduksi.
Kambing mencapai umur dwsa kelamin pada umur 6 – 8 bulan.
Ciri-ciri berahi :
– Ternak gelisah, mencoba menaiki kawan-kawan yang lain
– Alat kelamin bengkah, kemerahan dan agak basah (3 A = Abuh, Abang dan Anget)
– Diam jika dinaiki
Berahi akan terulang lagi 19 – 21 hari kemudian apabila tidak dikawinkan atau gagal bunting.
Mengawinkan ternak :
Saat yang baik untuk mengawinkan kambing adalah 12 – 18 jam setelah tanda-tanda berahi
muncul/tampak. Untuk menghindari kegagalan perkawinan, campurkan betina berahi dgn
pejantan dalam satu kandang.
Hindarkan terjadinya perkawinan sedarah/ ada garis keturunan yang sama antara kambing
jantan dengan betina atau yang masih dekat hubungan kekerabatannya (anak dengan bapak,
anak dengan induk, antar saudara kandung).

Kebuntingan :

Tanda-tanda kebuntingan antara lain :
– Tidak terlihat tanda-tanda berahi pada siklus berahi berikutnya
– Perut sebelah kanan tampak membesar
– Ambing tampak menurun
– Ternak tampak tenang
Tangani ternak yang bunting secara benar dengan memisahkan dikandang tersendiri agar
tidak diganggu oleh ternak lainnya. Berikan pakan yang baik 2 bulan sebelum melahirkan
hingga 3 bulan setelah melahirkan yang terdiri dari :
– Rumput
– Hijauan kacang-kacangan
– Makanan penguat (dedak dll)
Ternak Melahirkan :
Tanda-tanda induk akan melahirkan :
– pinggul mengendur
– Ambing tampak besar dan puting susu terisi penuh
– Alat kelamin (vulva) membengkak kemeraha-merahan dan lembab
– Gelisah, menggaruk-garuk tanah/lantai kandang dan sering mengembik
– Nafsu makan menurun
Persiapan perawatan kelahiran :
– Bersihkan kandang
– Sediakan alas yang kering dan bersih untuk menyerap cairan yang keluar selama proses
kelahiran (jerami, karung goni)
– Sediakan jodium tinctur untuk dioleskan pada bekas potongan tali pusar
Proses Kelahiran :
– Kantong ketuban pecah
– Beberapa saat kemudian anak mulai keluar
– Setelah anak lahir potonglah tali pusarnya dan oleskan jodium tincture pada bekas
potongannya
– Biarkan induk menjilati anak yang baru lahir, jika induk tidak mau menjilati bersihkan
cairan yang menempel dengan menggunakan kan lap yang bersih dan kering
– Bersihkan lubang hidung dan mulut anak kambing yang baru lahir agar mudah bernafas.
Perawatan Anak Yang Baru Lahir :
– Setelah anak lahir maka akan segera menyusu pada induknya. Sebaiknya anak dibantu
untuk dapat segera menyusui induknya.
– Anak yang tidak segera menyusui dalam waktu 12 jam setelah lahir harus segera diberi
susu pengganti kolostrum.
Pembuatan Susu Kolostrum Buatan :
– Campurkan 0,25-0,5 liter susu sapi/susu bubuk dengan 1 sendok teh minyak ikan, 1 butir
telor ayam dan setengah sendok makan gula pasir. Berikan dengan cara dicekok 3 – 4 kali
sehari.





Harga Kambing Menjanjikan

17 02 2009

Harga meninggi. Selain disebabkan permintaan naik, suplai menipis, juga karena berebut dengan Malaysia

Kado yang satu ini jangan diharap terbungkus kertas merah berpita indah. Karena ia adalah singkatan dari “kambing – domba”. Menjelang bulan haji, si kado ini banyak dicari orang, untuk dikorbankan menjadi hewan kurban di saat Lebaran Haji. Kontan, harganya pun melambung berlipat dibanding hari biasa.
Drh Abdul Jabbar Zulkifli, Sekjen HPDKI (Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia) mencatat, sejak 6 bulan terakhir harga kambing terus merangkak naik. Dari Rp 19 ribu, Rp 20 ribu hingga Rp 26 ribu/kg per ekor hidup. Ke depan, semakin mendekati hari “H” Idul Adha, harga kambing bisa lebih dari Rp 30.000,- /kg bobot hidup. Artinya, bobot kambing hidup kisaran 20 – 25 kg per ekor bisa mencapai harga Rp 750 ribu, padahal di hari-hari biasa pada bobot 25 – 30 kg, kambing dari petani dihargai tak lebih dari Rp 400 ribuan.
Sementara itu Dhony Suryo Prabowo menunjukkan, di DIY domba lokal yang pada hari-hari biasa seharga Rp 500 ribuan, akhir September lalu menjadi Rp 650 ribu /ekor. Bahkan beberapa hari menjelang Idul Adha, harganya bisa mencapai Rp 800 ribu – Rp 900 ribu / ekor. Dhony adalah anggota tim pengelola BIMA Farm (Buana Indica Manunggal Andini yang bekerjasama dengan farm komersial Lab Ternak Potong Fapet UGM, Jogjakarta). Tak jauh beda dengan domba, harga kambing Peranakan Ettawa jantan kelas C-potong juga terdongkrak. Menurut Bondan Danu Kusuma SE pemilik Bumiku Hijau farm – Condong Catur-Jogjakarta, 2 bulan menjelang bulan haji pejantan PE potong naik Rp 200 ribu – Rp 250 ribu /ekor. “Hari biasa, harganya antara Rp 800 ribu – Rp 1 juta. Sekarang menjadi antara Rp 1 juta sampai 1,2 juta atau lebih. Diperkirakan, seminggu menjelang hari H bisa mencapai lebih dari Rp 1,3 – Rp1,5 juta,” papar alumnus FE Universitas Islam Indonesia ini.Langka Bakalan
Abdul Jabbar Zulkifli memaparkan, kenaikan harga ini selain disebabkan momen Idul Adha juga disebabkan oleh sediaan kado yang kian hari kian menipis dan permintaan pun meningkat.
” Ini masalah klasik sebenarnya. Kita kekurangan bibit domba dan kambing”, ujar Agus Ramada Setiadi menyayangkan. Ia adalah Direktur Utama Villa Domba Bandung, Jawa Barat. Dan Hariyadi pemilik 800 domba dan puluhan kambing-kacang juga di Jogjakarta mengaku, kelangkaan kado ini memaksanya berburu sampai Nganjuk dan Ponorogo, Jawa Timur. “Dulu paling jauh saya kulakan (belanja-red) sampai Solo. Tetapi ternyata kambing Solo itu berasal dari Jatim. Saya kejar lah ke sana,” tutur anggota Polantas berpangkat Bripka ini. Menurut fattener domba yang 70 %-nya berjenis Gibas (domba ekor gemuk / DEG) ini, perburuan tersebut tidak sia-sia karena disamping mendapat kepastian stok, ia pun memperoleh selisih harga antara Rp 30 ribu – Rp 50 ribu / ekor.
Cerita kelangkaan kado dituturkan pula oleh Dhony, mahasiswa Fapet UGM angkatan 2001 ini mengaku, berburu domba hingga ke luar kota seperti Muntilan, Canguk, Solo dan Wonogiri. Terakhir kali ke pasar, ia mengaku hanya mendapat 7 ekor domba, padahal biasanya bisa sampai 20 ekor. “Akhirnya berat di ongkos transpor. Sekali angkut 20 ekor ongkos Rp 200 ribu. Kalau di bawah 10 ekor, ongkos Rp 125 ribu,” tuturnya.Di sisi lain, kenaikan harga dan minimnya suplai kado di pasar, tidak semata karena kebutuhan lokal yang meningkat. Melainkan juga karena ada order dari Malaysia yang melirik domba Garut. “Dulu mereka hanya impor kambing PE (Peranakan Etawa), sekarang mulai minta domba Garut,” Abdul menjelaskan.





13 02 2009

l1mbeeeekkkk..

Taukah anda klo penjual kambing juga kadang mirip dengan kambing yang mereka jual, so jgn salah pilih ya…..

Contoh Kambing

Foto-foto kambing di bawah ini hanya referensi bukan ukuran baku, untuk informasi selengkapnya hubungi kami pada nomor telepon di atas. Keterangan jumlah porsi dan sate silakan lihat di bagian Produk & Harga.

Kambing Ukuran Kecil

Kambing ukuran kecil

Kambing Ukuran Sedang

Kambing ukuran sedang








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.